JURNALISTIK MODERN

JURNALISTIK MODERN: KARAKTERISTIK, PERKEMBANGAN TEKNOLOGI.

PERKEMBANGAN MEDIA.

Media cetak, seperti brosur, undangan, spanduk dan lain sebagainya.
Media elektronik, Televisi, Smartphone, Laptop, notebook dan lain-lain.
Media online, jurnalistik online dapat di lihat dari bermunculnya situs situs berita online, seperti okezone .com, detik.com, vivanews.com dan kapanlagi.com dan juga sekarang Koran Koran  seperti kompas, media Indonesia, republika, Koran tempo, juga memperkuat berita cetaknya dengan versi online. 

KARAKTERISTIK JURNALISTIK TERBARU.

  • Sederhana – menggunakan kata-kata atau kalimat yang maknanya dapat dipahami oleh khalayak luas dengan latar belakang yang sangat beragam.
  • Singkat – langsung membahas pokok masalah dengan tidak bertele-tele dan menggunakan kata-kata serta kalimat yang tepat dan mudah dipahami.
  • Padat – penulisan kalimat serta paragraf memuat informasi-informasi penting dan menarik untuk pembaca.
  • Lugas – tegas, tidak ambigu, dan menghindari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat yang dapat membuat khalayak bingung hingga mengakibatkan terjadinya perbedaan persepsi dan konklusi yang tidak sesuai. Kata-kata yang lugas adalah kata-kata yang tidak bermakna ganda atau bersayap.
  • Jelas – kata-kata atau kalimat yang digunakan mudah dipahami maksud dan tujuannya, tidak bias dan kabur.
  • Jernih – kata-kata atau kalimat-kalimat yang digunakan tidak menyembunyikan sesuatu yang sifatnya negatif seperti prasangka atau fitnah. Karya jurnalistik bukanlah sebuah karya yang ditujukan untuk menebar kebencian kepada pihak lain.
  • Menarik – kata-kata atau kalimat-kalimat yang digunakan mampu menumbuhkembangkan minat baca serta perhatian khalayak.
  • Demokratis – bahasa jurnalistik bukanlah ragam bahasa yang memiliki tingkatan bahasa tertentu seperti yang dapat kita temui dalam bahasa Jawa misalnya. Jadi, dalam ragam bahasa jurnalistik tidak akan pernah kita temui bahasa khusus untuk kaum bangsawan atau rakyat jelata. Semua memiliki persamaan dimata bahasa jurnalistik.
  • Populis – kata-kata, istilah-istilah, atau kalimat-kalimat yang digunakan hendaknya telah dikenal dan dipahami maknanya oleh khalayak sehingga pesan pun dapat dengan mudah dipahami maksud dan tujuannya.
  • Logis – berbagai kata, istilah, atau kalimat jurnalistik harus dapat diterima oleh akal sehat.
  • Gramatikal – pemilihan serta penggunaan kalimat harus mengikuti kaidah tata bahasa baku yang berlaku. Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah bahasa resmi yang sesuai dengan ketentuan tata bahasa serta pedoman ejaan yang disempurnakan berikut pedoman pembentukan istilah yang menyertainya.
  • Menghindari kata tutur atau kata-kata yang kita gunakan sehari-hari – kata tutur juga dapat disebut dengan bahasa tidak baku seperti bikin, kayaknya, dibuatin, dan lain sebagainya.
  • Menghindari kata dan istilah asing – khalayak hendaknya mengetahui dan memahami makna setiap kata yang dibaca atau didengar.
  • Pilihan kata atau diksi yang tepat – pemilihan kata yang tepat serta akurat harus sesuai dengan maksud dan tujuan pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak.
  • Mengutamakan kalimat aktif – kalimat aktif lebih disukai oleh khalayak karena dapat membantu khalayak untuk memudahkan pengertian dan memperjelas pemahaman. Sebaliknya, kalimat pasif kerapkali dapat menyesatkan pengertian dan mengaburkan pemahaman.
  • Menghindari kata atau istilah teknis – bahasa jurnalistik haruslah sederhana, mudah dipahami, serta ringan dibaca karena ditujukan kepada masyarakat luas. Untuk itulah penggunaan istilah dan kata-kata yang bersifat teknis harus dihindari. Istilah teknis hanya berlaku untuk kelompok atau komunitas tertentu yang relative homogeny. Kalaupun tak terhindarkan, istilah teknis itu harus disertai penjelasan.
  • Tunduk pada kaidah etika – bahasa jurnalistik mengandung etika karena bahasa jurnalistik yang digunakan oleh wartawan mencerminkan pikiran serta etika wartawan yang bersangkutan.

PERKEMBANGAN JURNALISTIK MODERN


Perkembangan jurnalistik di Indonesia tak lepas dari perkembangan teknologi dari masa ke masa, sama halnya dengan perkembangan jurnalistik di negara lain,  Di era modern saat ini informasi sangat mudah untuk didapatkan, para pencari informasi tidak perlu bersusah payah untuk pergi keluar rumah hanya untuk mendapatkan informasi terkini. Bukan hanya para pencari informasi saja yang dipermudah berkat adanya kecanggihan teknologi saat ini, para informer yang memberikan informasi juga dapat dengan mudah memberikan informasi kepada masyarakat luas.

Berkat adanya perkembangan teknologi, media penyampaian informasi pun  tersedia dengan kemasan yang beragam. Mulai dari media cetak, elektronik, hingga online. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak membaca berita dan menerima informasi penting di era modern ini.

Perkembangan jurnalistik saat ini juga memberi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk dengan mudahnya menerima dan menyampaikan informasi. Semua kalangan dapat berpartisipasi dan menjadi wartawan hanya dengan menyampaikan informasi. Namun, banyak diantara para wartawan ‘dadakan’ tersebut, melupakan lima peran pers yang berupa informer, interpreter, representative of public, watchdog, dan pembuat kebijaksanaan dan advokasi. Sehingga menyebabkan banyaknya berita yang tidak jelas keabsahannya.

Komentar